Jumat, 15 Oktober 2010

Unsur Hara dan Fungsinya pada Tanaman Tembakau (Saeful Huda Rijaludin 11343)

Tanaman tembakau untuk tumbuh dengan baik sangat diperlukan oleh kondisi tanah dan iklim yang sesuai. Tanah sebagai media tumbuh dan tempat tegaknya tanaman bila terus-menerus dipergunakan akan terjadi keletihan tanah serta akan mengurangi zat makanan tanaman. Dimana unsur hara atau zat hara merupakan bahan makanan yang dibutuhkan oleh tanaman tembakau dalam jumlah yang sesuai. Kelebihan unsur hara akan menyebabkan tanaman keracunan, sebaliknya bila tanaman kekurangan unsur hara, akan menghambat proses fisiologi tanaman, akibatnya pertumbuhan dan perkembangan tanaman terganggu, tanaman menjadi kerdil, layu, lemah dan mudah terserang penyakit, akhirnya akan berakibat menurunkan pros\duksi dan mutu daun tanaman tembakau yang dihasilkan.
Pemberian pupuk berimbang dan rasional serta berkelanjutan sangat dianjurkan dengan memperhatikan jenis pupuk yang digunakan, dosis pupuk, waktu pemberian serta cara pemberian pupuk, seingga tercapai produksi dan kualitas yang baik dari tanaman yang dipupuk. Untuk itu pemupukan termasuk salah satu unsur Panca Usaha Pertanian yang berperan dalam usaha peningkatan produksi. Pemberian pupuk pada tanaman tembakau sangat spesifik dan cukup banyak jenis pupuk yang digunakan.
Pupuk yang digunakan pada tahap pembibitan berbeda dengan pupuk dasar (pupuk pendahuluan) atau pupuk pada lobang tanam. Untuk itu perlu diketahui pupuk apa saja yang digunakan untuk bibit, pupuk pada lubang tanam, dan pupuk pendahuluan. Adapun jenis pupuk yang digunakan untuk tanaman tembakau adalah sebagai berikut:
1.      Jenis pupuk yang digunakan pembibitan
2.      Guano 9,8 x 38 x 14,3 (Guano bibit) yaitu pupuk majemuk yang mengandung unsur hara N: 9,8 %: P2O: 38 % dan K2O: 14,3 %. Pupuk ini berwarna putih, berbentuk kristal, sangat mudah larut dalam air.
3.      Pupuk NURSYAFER, adalah pupuk majemuk yang diformulasikan khusus sebagai pengganti pupuk Guano bibit di kemudian hari. Pupuk ini berbentuk granulair dan berwarna kelabu, pada beberapa bagian pupuk ada yang sedikit sukar larut dalam air, sehingga perlu pengadukan yang kuat. Bila menggunakan gembor pada saat aplikasi di lapangan akan dijumpai sisa bubuk yang tidak larut di dasar gembor. Bagian yang sukar larut ini adalah unsur Calsium atau CaO. Bagian yang sukar larut ini juga merupakan Amelorasi, yaitu bahan pembaik sifat tanah, sehingga dapat digunakan sebagai pupuk pada tanaman.
4.      Jenis pupuk yang digunakan di lapangan (pupuk tanaman), dibagi atas:
5.      Pupuk pendahuluan atau pupuk dasar

Beberapa jenis pupu pendahuluan atau pupuk dasar yang digunakan adalah:
·         Thomasslakkenmeel (TSM): mengandung 17-19 % P2O5 larut dalam asam citrat dan 48-50 % CaO. Pupuk ini merupakan terak baja dan merupakan lmbah padat dari pabrik baja. Pupuk TSM berwarna hitam, berbentuk butiran yang sangat halus dan sukar larut dalam air.
·         Rock Phosphate (RP) atau Batuan Fosfat Alam mengandung 27-30 % P2O5larut dalam asam keras dan 40-42 % CaO. Dapat digunakan sebagai pengganti pupk TSM, meskipun tidak sebaik pupuk TSm yang kadar phosphat dan calsium lebih rendah dan sangat sesuai untuk lahan tembakau.
·         Zwavelzure Kali (ZK) atau disebut juga pupuk Kalium Sulfat (K2SO4) adalah pupuk yang mengandung 48-50 % K2O dan diusahakan tidak mengandung Chlor lebih dari 0,5 %. Pada tanah-tanah tertentu, pupuk ini tidak digunakan. Pupuk ZK berbentuk butiran halus berwarna krem, reaksinya bersifat netral, namun penggunaan secara berkelanjutan akan menyebabkan pH tanah menjadi asam.
·         Zwavelzure Amoniak (ZA) nama lainnya adalah Ammonium Sulfat atau (NH42SO4 mengandung 21 % N dan 72 % SO4.
Tanaman membutuhkan makanan untuk hidup, makanan untuk tanaman disebut unsur hara. Dalam hidupnya tanaman paling sedikit membutuhkan 16 macam unsur, 3 unsur (oksigen, hidrogen dan karbondioksida) diperoleh dari udara (gratis, tanpa perlu mengusahakanya), sementara 13 lainya diserap tanamam melalui tanah. Ke-13 unsur ini dibagi menjadi 2, yaitu: unsur hara makro (dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak), dan unsur hara mikro (dibutuhkan tanaman dalam jumlah sedikit), berikut rincian dan fungsinya:

UNSUR HARA MAKRO.
Unsur hara yang dibutuh kan tanaman dalam jumlah yang cukup banyak, unsur hara makro ini terdiri dari :
1.      Nitrogen (N): Pada tanaman berfungsi untuk pertumbuhan vegetatif (untuk memperbesar, mempertinggi, menghijaukan daun), N juga berfungsi untuk menyusun klorofil dan daun.
Unsur N bisa diperoleh dari Urea (N 45%), Amuniumsulfat/ZA (N: 21% + S:24%), Amoniumnitrat (N 35% dalam bentuk nitrat). Dari ke-3 macam sumber N diatas, yang paling bagus dalam bentuk nitrat (terutama untuk tanaman hortikultura dan buah), tetapi untuk tanaman padi N nitrat kurang bagus untuk tanaman padi dibanding ZA. Tanaman bila kekurangan N daunya akan pucat kekuningan bahkan menguning, tanaman akan tumbuh kerempeng dan tersendat. Namun walau demikian bila terlalu banyak N tanaman akan lemah, lemas dan empuk sehingga mudah rebah, dan sangat disukai hama dan penyakit, terlalu banyak N juga menyebabkan tanaman lambat berbuah dan lambat masak.
2.      Phospor (P):
Berfungsi untuk pertumbuhan akar, pembungaan, pemasakan buah/biji/gabah. Unsur P juga berfungsi untuk penyusunan inti sel, lemak dan protein.
Sumber unsur P yang banyak beredar di pasaran yaitu SP36 dengan kandungan P 36%, Dubbelsuperfosfat/DS (P 36-38 %).
Tanda tanaman kekurangan P yaitu daun menjadi nampak tua warnanya menjadi merah kecoklatan. Tepi daun, cabang dan batang terdapat warna kecoklatan yang lama-lama menjadi kuning.
3.      Kalium (K): Berfungsi untuk mempengaruhi kwalitas (rasa, warna dan bobot) buah serta bunga, menambah daya tahan tanaman terhadap kekeringan, hama/penyakit,mempercepat pertumbuhan jaringan meristem, menbantu pembentukan protein dan karbohidrat.Perlu diingat bahwa kalium (K) merupakan bagian dari jerami dan kayu.Sumber unsur K yaitu KCl (K 60%), kaliumsulfat atau sering disebut ZK (zwavelzure kali, K 49-52%) dan KNO3.Sekedar informasi bahwa dalam penggunaan pupuk KCI kita harus lebih hati-hati, ini dikarenakan KCl mengandung klor (Cl) yang cukup tinggi, sehingga dapat berpengaruh negatif terhadap tanaman yang peka terhadap clor. Tanda-tanda Kekurangan Kalium daun mengerut atau mengeritingterutama pada daun tua, daun akan berwarna ungu lalu mengering lalu mati.
4.      Kalsium (Ca) Fungsi Kalsium adalah untuk menyusun klorofil, kalsium juga dibutuhkan enzim untuk metabolis karbohidrat, serta mempergiat sel meristem. Tanda kekurangan Kalsium adalah terjadinya dis integrasi padaujung-ujung tanaman (ujung batang, akar, dan buah)  sehingga ujungnya menjadi mengering atau mati, tunas daun yang masih muda akan tumbuh abnormal. Sumber kalsium adalah, dolomit kliserit, atau CNO (disemprotkan melalui daun, tetapi kalu bisa jangan dicampur pestisida kecuali yang bersifat basa)
5.      Magnesium (Mg) Berfungsi untuk transportasi fosfat, mengaktifkan enzim tansposporilase, menciptakan warna hijau pada daun, membentuk karbohidrat, lemak/minyak.tanda-tanda kekurangan magnesium yaitu menguningnya daun yang dimulai dari ujung dan bagian bawah daun. Sumber Magnesium yaitu dolomit dan kliserit.
6.      Sulfur (S) Sulfur sering disebut belerang. Fungsi dari belerang adalah untuk asam amino, tiamin, dan biotin. Tiamin dan bioti sangat penting sebagai vitamin, belerang juga berfungsi untuk pembentukan bintil akar pada kacang-kacangan dimana bintil akar tersebut sangat penting untuk menambat nitrogen ( bekerja sama dengan bakteri rhizobium). Bawang merah dan bawag putih memerlukan belerang dalam jumlah besar.  kekurangan belerang gejalanya sangat mirip dengan kekurangan nitrogen sehingga sangat sulit membedakannya, yang membedakanya kuning pada kekurangan belerang sedikit mengkilap. Belerang bisa diperoleh dari pupuk ZA ( S 24 %).Untuk catatan belerang mempunyai reaksi asam yang bisa membuat ph tanah menurun, sehingga tanah menjadi asam.

UNSUR HARA MIKRO
Unsur hara mikro yaitu unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif sedikit namun mutlak diperlukan. Unsur hara mikro bisa diperoleh melalui penaburan pupuk kandang atau pupuk organik yang lain, bisa juga dilakukan melalui penyemprotan dengan pupuk mikro dosis tinggi misal Multimikro, metalik atau yang lainnya.
Berikut macam-macam pupuk mikro:
1.      Ferrit/besi (Fe): besi (Fe) berfungsi untuk pembentukan klorofil. Tanda kekurangan Fe yaitu daun menguning dan ahirnya mati dari pucuk.
2.      Mangan (Mn): Untuk penyusunan klorofil, perkecambahan, dan pemasakan buah. Ciri kekurangan Mn biji yang terbentuk akan sangat jelek, daun menguning dan beberapa jaringan akan mati.
3.      Tembaga/Cupprum (Cu): Kehadiran tembaga pada tanama belum banyak diketahui, namun tembaga berfungsi untuk pembentukan klorofil, ciri kekurangan  tembaga daun tidak merata dan daun sering layu, malah terkadang klorosis.
4.      Seng/zink (Zn): Memberi dorongan terhadap pertumbuhan tanaman karena diduga Zn dapat berfungsi untuk membebtuk hormon tumbuh. Kekuranan unsur ini ditandai dengan daun berwarna aneh-aneh misal kekuning-kuningan atau pada daun yang sudah tua berwarna kemerahan .   Kalau diperhatikan dengan seksama cabang dan batangpun ikut terkena bencana yang mengakibatkan terdapatnya lubang kecil-kecil.
5.      Boron (B): Unsur ini berfungsi menangkut karbohidrat kedalam tubuh tanaman dan menghisap unsur kalsium. Selain itu boron berfungsi dalam perkembangan bagian-bagian tanaman untuk tumbuh aktif. Pada tanaman penghasil  biji unsur ini berpengaruh terhadap pembagian sel. Dan yang paling nyata ialah perannya terhadap munaikkan mutu tanaman sayuran dan tanaman buah.Bila kekurangan unsur boron paling nyata tampak pada tepi-tepi daun yaitu gejala klorosis, mulai dari bagian bawah daun.  daun yang baru muncul terlihat kecil dan tanaman agak kerdil cabang tumbuh sejajar. kuncup-kuncup mati dan berwarna hitam.  Kekurangan unsur ini menimbulkan penyakit fisiologis , khususnya pada atanaman sayur dan buah, pada tanaman semangka biasanya ditandai dengan pertumbuhan batang muda yang tegak berdiri, ruas pendek, daun mengecil, dan bila terkena angin batang muda tersebut mudah patah dan mengeluarkan cairan berwarna kecoklatan, pada tanaman sayur  dan buah kekurangan unsur bini agak sulit dibedakan dengan tanaman yang terkena serangan virus. Dan pada tanaman jagung kekurangan unsur ini bisa mengakibaatkan tongkol tanpa biji sama sekali .


Gambar Tembakau yang kurang unsur Nitrogen

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar