Sabtu, 16 Oktober 2010

DETERMINASI KEKAHATAN HARA PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa) (Mardiana Agustin 11462)



Defisiensi
Unsur Hara
Gejala Kekahatan Hara pada Bagian Tanaman
Akar
Batang
Daun
Bulir atau Malai





















MAKRO
Nitrogen (N)

Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil.
Warna daun hijau agak kekuning-kuningan dari ujung daun menjalar ke tulang daun selanjutnya berubah menjadi kuning lengkap, sehingga seluruh tanaman berwarna pucat kekuning-kuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat mati. Jaringan daun mati menyebabkan daun menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan.
Perkembangan bulir tidak sempurna atau tidak baik, seringkali masak sebelum waktunya.
Phospor (P)
Terhambatnya pertumbuhan sistem perakaran.
Cabang dan batang terdapat warna merah ungu yang lambat laun berubah menjadi kuning.
Warna daun seluruhnya berubah menjadi hijau tua / keabu-abuan, mengkilap (sumber lain menyebutkan : daun sempit, daun berwarna kemerahan atau keunguan), sering pula terdapat pigmen merah pada daun bagian bawah, selanjutnya mati.
Pembentukan biji berkurang. Bulirnya kerdil-kerdil, nampak jelek dan lekas matang.
Kalium (K)
Pertumbuhan akar biasanya sangat terbatas, ujung akar akan tumbuh kurus dan pendek, dan akar selalu cenderung berwarna gelam dan hitam. Akar-akar cabang dan akar rambat sangat kurus dan selalu memperlihatkan gejala pembusukan akar.
Batang tumbuh pendek dan kurus, dan kebanyakan varietas padi yang kekurangan Kalium lebih mudah rebah.

Berwarna hijau gelap dengan banyaknya bintik-bintik yang warnanya menyerupai karat. Bintik-bintik itu pertama-tama muncul pada bagian atas daun yang sudah tua, ujung daun dan tepi daun menjadi seperti terbakar (necrotic), berwarna coklat kemerahan atau coklat kuning. Daun-daun tua, khususnya di tengah hari akan terkulai dan daun-daun muda menggulung ke arah atas dan memperlihatkan gejala-gejala kekurangan air.
Pertumbuhannya akan pendek dan umumnya mempunyai persentase kehampaan bulir yang tinggi. Jumlah bulir yang berisi untuk setiap helai akan rendah, bulir-bulir padi akan berukuran kecil dan tidak teratur bentuknya, mutu dan berat 1.000 bulir akan berkurang, persentase bulir-bulir yang tidak berkembang dan tidak dewasa bertambah.
Kalsium (Ca)
Pertumbuhan sistem perakaran terhambat, kurang sempurna malah sering salah bentuk.

Pertumbuhan tanaman demikian lemah dan menderita.
Pucuk daun agak putih, menggulung, keriting atau salah bentuk. Daun-daun muda selain berkeriput mengalami perubahan warna, pada ujung dan tepi-tepinya klorosis (berubah menjadi kuning) dan warna ini menjalar di antara tulang-tulang daun, jaringan-jaringan daun pada beberapa tempat mati.

Magnesium (Mg)


Daun agak bergelombang dan melengkung ke bawah. Daun-daun tua mengalami klorosis (berubah menjadi kuning) dan tampak di antara tulang-tulang daun, sedang tulang-tulang daun tetap berwarna hijau. Bagian di antara tulang-tulang daun secara teratur berubah menjadi kuning dengan bercak-bercak merah kecoklatan.
Daya tumbuh biji kurang / lemah, kalau ia tetap tumbuh maka ia akan nampak lemah sekali.

Belerang (S)

Tanaman tumbuh terlambat, kerdil, berbatang pendek dan kurus, batang tanaman berserat, dan berdiameter kecil. Jumlah anakan terbatas.

Daun-daun muda mengalami klorosis (berubah menjadi kuning), perubahan warna umumnya terjadi pada seluruh daun muda, kadang mengkilap keputih-putihan dan kadang-kadang perubahannya tidak merata tetapi berlangsung pada bagian daun selengkapnya. Perubahan warna daun dapat pula menjadi kuning sama sekali, sehingga tanaman tampak berdaun kuning dan hijau.





























MIKRO
Besi (Fe)

Pertumbuhan tanaman seolah terhenti dan akhirnya mati mulai dari pucuk.
Pada daun muda, mula-mula secara setempat-setempat berwarna hijau pucat atau hijau kekuning-kuningan, sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau serta jaringan-jaringannya tidak mati. Selanjutnya pada tulang daun terjadi klorosis, yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi kuning dan ada pula yang menjadi putih. Gejala selanjutnya yang lebih hebat terjadi pada musim kemarau, daun-daun muda banyak yang menjadi kering dan berjatuhan / tanaman kerdil.

Mangan (Mn)

Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil.

Pada daun-daun muda di antara tulang-tulang dan secara setempat-setempat terjadi klorosis dari warna hijau menjadi warna kuning yang selanjutnya menjadi putih. Tulang-tulang daunnya tetap berwarna hijau, ada yang sampai kebagian sisi-sisi dari tulang. Jaringan-jaringan pada bagian daun yang klorosis mati sehingga praktis bagian-bagian tersebut mati, mengering, ada kalanya yang terus mengeriput dan ada pula yang jatuh sehingga daun tampak menggerigi.
Pembentukan biji-bijian kurang baik (jelek).

Tembaga / Cuprum (Cu)


Batang berwarna coklat dan mati. Ranting-rantingnya berubah warna pula menjadi coklat dan mati pula.
Daun-daun yang masih muda tampak layu,berwarna kuning, kerdil dan kemudian mati (die back). Daun lemah, layu dan pucuk mengering serta batang dan tangkai daun lemah. Ujung daun secara tidak merata sering ditemukan layu, malah kadang-kadang klorosis, sekalipun jaringan-jaringannya tidak ada yang mati, serta daun pucuk tidak mampu membuka.

Seng / Zincum (Zn)

Tanaman kerdil, ruas-ruas batang memendek.

Bentuknya lebih kecil dan sempit daripada bentuk umumnya. Klorosis terjadi di antara tulang-tulang daun. Daun mati sebelum waktunya, kemudian berguguran dimulai dari daun-daun yang ada di bagian bawah menuju ke puncak. Pada padi sawah gejala terlihat 2 - 4 minggu setelah tanam, yaitu adanya pemutihan di bagian tengah daun. Kekurangan yang parah menyebabkan daun tidak mau terbuka.
Masak terlambat
Molibden (Mo)

Pertumbuhan tanaman tidak normal (menghambat pertumbuhan tanaman).
Secara umum daun-daun mengalami perubahan, kadang-kadang mengalami pengkerutan terlebih dahulu sebelum mengering dan mati. Pertama-tama daun menjadi kering kelayuan, tepi daun menggulung dan daun umumnya sempit kemudian daun menjadi pucat dan mati. Mati pucuk (die back) biasa pula terjadi pada tanaman yang kekurangan unsur hara Mo.

Borium (Bo)



Daun-daun yang masih muda terjadi klorosis, secara setempat-setempat pada permukaan daun bawah yang selanjutnya menjalar kebagian tepi-tepinya, jaringan daun mati. Daun yang baru muncul tumbuh kerdil, kuncup-kuncup mati dan berwarna kehitaman atau coklat.

Klorida (Cl)
Pola percabangan akar abnormal.


Pertumbuhan daun yang kurang normal, daun tampak kurang sehat dan berwarna tembaga
Gejala wilting (daun lemah dan layu). Warna keemasan (bronzing) pada daun.

Boron (B)

Pertumbuhan terhambat pada jaringan meristematik (pucuk akar).
Mati pucuk (die back). Mobilitas rendah.

Buah yang sedang berkembang sangat rentan, mudah terserang penyakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar