Rabu, 13 Oktober 2010

Kunci Determinasi Defisiensi Unsur Tanaman Tomat (Novendra C.N 11442)







Berikut tabel mengenai akibat defisiensi (kekurangan) unsur pada tanaman tomat 

No
Unsur Hara
Penyuplai
Fungsi
Gejala kekurangan
1
Nitrogen (N)
Urea (CO(NH2)2), pupuk Za ((NH4)2SO4), dan berbagai jenis pupuk daun.
Menyusun zat hijau daun, protein, lemak, dan membantu pertumbuhan vegetative tanaman
Warna daun berubah menjadi kekuningan atau kuning, jaringan daun mati, dan bentuk buah tidak sempurna.
2
Phosphor (P)
Pupuk kandang, pupuk TSP (Ca(H2PO4)2), dan pupuk daun yang disemprotkan ke tanaman.
Berperan penting sebagai penyusun inti sel lemak dan protein tanaman
Pertumbuhan akar dan pertumbuhan generatifnya terganggu. Gejala ini ditandai dengan memerahnya bagian bawah daun, terutama di bagian tulang daun, kemudian disusul daun melengkung dan terpelintir
3
Kalium (K)
Pupuk KCL, kalium sulfat (K2SO4), KNO3 (potassium kalium nitrat), dan pupuk daun.
Penyusun protein dan kerbohidrat. Kalium dalam pertumbuhan berfungsi memperkuat bagian kayu tanaman, meningkatkan kualitas buah, meningkatkan ketahanan terhadap hama penyakit dan kekeringan.
Ujung daun menguning dan semakin lama berubah menjadi cokelat. Jika dibiarkan daun-daun tersebut akan rontok.
4
Kalsium (Ca)
Penambahan kapur baik kapur dolomite (CaCO3MgCO3), kalsit (CaCO3), maupun kalsium khlorida (CaCl2)
Mengeraskan bagian kayu tanaman, merangsang pembentukan akar halus, mempertebal dinding sel buah, dan merangsang pertumbuhan biji.
Menyebabkan penyakit fisiologis, biasanya ditandai dengan gejala mirip blossom and root. Penyakit ini menyerang tanaman muda dan dewasa. Gejalanya berupa tanda-tanda khas yang tampak dari daun hingga dewasa.
5
Magnesium (Mg)
Pupuk kandang, kapur dolomite, kieserite (MgSO4.H2O), dan pupuk daun yang mengandung Mg
Penyusun klorofil, mengaktifkan enzim yang berhubungan dengan metabolism karbohidrat, dan menambah kadar minyak pada tanaman.
Terjadi klorosis (menguning) pada tulang-tulang daun yang sudah tua. Warna daun akan berubah menjadi kuning dan muncul bercak-bercak cokelat di permukaannya.
6
Sulfur (S)
Pupuk ZA, pupuk daun, dan pupuk multi-micro yang mengandung 3,5% sulfur.
Penyusun protein, vitamin, dan membantu pembentukan zat hijau daun.
Muncul gejala klorosis (menguning)
7
Besi (Fe)
Pupuk kandang dan pupuk kimia
Pembentuk klorofil, penyusun protein, dan penyusun enzim.
Pertumbuhan tanaman terhambat, daun berguguran, dan pucuk tanaman mati. Gejala yang mendahului defisiensi ini berupa menguningnya daun-daun muda dan tulang daun.
8
Boron (B)
Pupuk kandang, borax, borate, asam borate (H3BO3), dan pupuk nikro
Berperan dalam pembentukan protein, pembentukan buah, dan perkembangan akar
Pembentukan cabang yang tumbuh sejajar berdampingan, ruas tanaman memendek, dan batang tanaman memendek, dan batang tanaman keropos.
 9
Seng (Zn)
Pupuk daun yang mengandung Zn
Sebagai katalisator dalam pembentukan protein, mengatur pembentukan asam indoleasetik (asam yang berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh tanaman), dan berperan aktif dalam transformasi karbohidrat.
Defisiensi Zn tidak begitu berarti bagi tanaman tomat.
10
Mangan (Mn)
Disuplai dari pupuk yang mengandung Mn
Sebagai aktifator berbagai enzim yang berperan dalam proses perombakan karbohidrat dan metabolism nitrogen
Gejala kekurangan tidak dapat diketahui secara langsung tanpa membawa sampel daun atau tanah ke laboratorium.
11
Tembaga (Cu)
Dari pupuk daun yang mengandung Cu
Sebagai aktifator enzim dalam proses penyimpanan cadangan makanan, katalisator dalam proses pernapasan dan perombakan karbohidrat, salah satu elemen dalam pembentukan vitamin A, dan secara tidak langsung berperan dalam proses pembentukan klorofil.
Defisiensi menyebabkan tomat tumbuh tidak sempurna 0kerdil) dan pembentukan bunga atau buah sering gagal.
12
Molibdenum (Mo)
Melalui pengapuran
Berperan dalam penyerapan N, pengikat N, asimilasi N, dan secara tidak langsung berperan dalam pembentukan asam amino dan protein tanaman tomat.
Tidak dapat diketahui secara langsung tanpa membawanya ke laboratorium terlebih dahulu.
13
Khlor (Cl)
Dari tanah
Dibutuhkan dalam proses fotosintesis, terutama berkaitan dengan pengaturan tekanan osmosis di dalam sel tanaman.



  Untuk tanaman tomat dan tanaman family Solanaccearum sebaiknya tidak memakai pupuk yang kandungan N-nya berasal dari urea, tetapi lebih disarankan untuk menggunakan pupuk Zak arena tanaman ini sudah bisa mengikat unsure N dari udara. Pada masa awal pertumbuhan, tanaman tomat sebaiknya dipupuk dengan pupuk yang kandungannya nitrogen dan phosphornya tinggi. Setelah dewasa dan mendekati masa-masa produktif, gunakan pupuk yang kandungan kaliumnya tinggi. Tambahkan juga berbagai unsure mikro, seperti Ca, Mn, Mg, Cu, Zn, dan Mb. Karena bila tanaman kekurangan salah satu unsur mikro akan mengakibatkan tanaman mengalami penyakit fisiologis, yang ditandai dengan pembentukan bunga tidak sempurna, penyerbukan kurang optimal, dan buah yang dihasilkan cacat.

Pada penanaman tomat secara konvensional, pupuk organic diberikan sewaktu pengolahan lahan, sementara pupuk anorganik diberikan secara bertahap sebanyak empat kali. Secara rinci mengenai dosis dan waktu pemupukan dapat dilihat di tabel sebagai berikut.
Tabel 1. Dosis dan waktu pemupukan tanaman tomat dengan pupuk tunggal (kg/ha)


Tabel 2. Pemupukan tanaman tomat dengan pupuk NPK (kg/ha)
                                                                                                                             
                                                                                                                                


Tidak ada komentar:

Posting Komentar